[Review] I Want To Eat Your Pancreas by Yoru Sumino


Aku ingin makan pankreasmu.

Lah, judulnya serem banget ya. Awalnya saya pikir novel ini novel horror dan thriller, lho, tapi ternyata bukan kok. Bahkan kontennya pun sangat manis dan sedih.

I Want To Eat Your Pancreas atau dalam bahasa Jepangnya disebut Kimi no Suizo wo Tabetai, adalah novel karya Yoru Sumino yang terbit pada tahun 2015, dan memenangkan banyak sekali penghargaan. Pada bulan Mei 2017 saja, novel ini sudah terjual lebih dari 1,8 juta eksemplar, bukti bahwa novel ini sangat populer di sana. Saking populernya, novelnya juga diadaptasi menjadi sebuah film, yang akan dibintangi oleh Shun Oguri, Minami Hamabe, Takumi Kitamura, dan lain-lain.

"Aku akan mati. Aku sudah tahu sejak beberapa tahun yang lalu. Aku bisa berdiri sampai saat ini berkat perkembangan ilmu kedokteran. Seperti itulah kira-kira. Gejalanya tidak terlihat. Umurku bisa diperpanjang. Tapi, aku pasti akan mati." [Hal. 74]

Jika ada yang pernah menonton anime Shigatsu wa Kimi no Uso, maka mungkin kalian akan menemukan beberapa kemiripan antara novel ini dengan anime itu. Saya bilang mirip karena keduanya mengangkat premis yang sama; tentang lelaki-introvert-dan-pemalu-yang-bertemu-gadis-ceria-dan-aktif-kemudian-hidup-mereka-pun-berubah. Selain itu, kedua gadis itu pun pada akhirnya juga akan meninggal—bukan spoiler lho ya. Karena setahu saya, orang yang menderita penyakit pankreas sangat jarang yang bisa selamat. Tapi tentu saja bukan plagiat, karena walau mengangkat premis yang sama, namun isi keduanya sangat berbeda.

"Aku tidak ingin menyebut hubungan kita dengan julukan yang sudah pasaran seperti itu. Cintakah, persahabatankah. Hubungan kita bukanlah semacam itu." [Hal. 271]

[Poster filmnya]

Novel ini juga terbit di Indonesia di bawah naungan Penerbit Haru, dan terbit pada bulan Maret ini. Sebenarnya, saya juga sudah pernah mengulas novel ini pada bulan Januari lalu, namun karena yang saya ulas dulu adalah novel versi Inggrisnya dan karena sudah membeli novel aslinya, saya memilih untuk menghapus pos itu, hehe.

"Kematian gadis itulah yang telah menghubungkan kami. Namun, bukankah kematian adalah takdir yang akan datang pada siapa saja?" [Hal. 184]

Jadi, sebenarnya novel ini tentang apa sih?

Novelnya sendiri bercerita tentang Aku—murid SMA yang introvert dan kutu buku—yang secara kebetulan menemukan sebuah jurnal harian yang berjudul Cerita Teman si Sakit. Buku itu ternyata milik Sakura Yamauchi, teman sekelas si Aku, yang mengatakan bahwa dia menderita penyakit pankreas, dan hidupnya tidak akan lebih lama dari setahun.

Sakura meminta tokoh Aku untuk menjaga rahasia itu. Karena jika kabar tentang Sakura itu tersebar, maka teman-teman Sakura akan panik luar biasa. Hal yang lumrah terjadi sebab Sakura adalah gadis yang populer di sekolah. Aku, lelaki introvert yang kurang peka dalam pergaulan, menyanggupi hal itu, dan karena pertemuan itulah, Sakura dan Aku mulai menjalani petualangan-petualangan kecil bersama, menjalani segala sesuatu yang ingin Sakura lakukan sebelum dia meninggal.

"Untuk pertama kalinya, aku tahu betapa menyenangkan berbicara dengan orang lain." [Hal. 239]

Sejujurnya, ada beberapa hal yang membuat saya cukup terganggu dengan novel terjemahan ini. Saya merasa terjemahannya masih sedikit kaku, dan masih banyak dialog antara karakter yang membuat bingung karena menggunakan istilah bahasa Jepang yang rumit, walaupun catatan kakinya cukup membantu. Saya juga masih menemukan beberapa typo di beberapa halaman meskipun hal itu tidak mengubah esensi ceritanya.

Selain itu, penyebutan julukan tokoh Aku juga terasa agak aneh. 'Teman Sekelas yang Tahu Rahasiaku-kun' terdengar sangat susah untuk diucapkan & diingat. Ada pula beberapa dialog yang terdengar sedikit hambar saat dibaca. Meskipun begitu, saya suka sekali dengan kovernya yang simpel tapi manis. 

Dan harus kuakui, novel ini, walaupun mengangkat premis yang cukup klise, eksekusinya sangat baik. Penulis tidak mendramatisasi kisah kedua tokoh, yang biasanya sering terjadi di novel yang mengangkat premis yang sama. 

Penulis juga tidak berlebihan dalam mengunggah kisah romansanya, bahkan hubungan kedua tokoh utama mengalir pelan dan natural lewat percakapan-percakapan yang unik di antara mereka. Patut diacungi jempol karena dialognya adalah nilai plus-plus (?) di novel ini. 

"Ayo bertemu di surga." [Hal. 76]

Karakter dalam novel ini juga sangat menarik. Tokoh Aku yang introvert dan sering mengatakan sesuatu dengan sarkastik, dan Sakura yang senantiasa meluncurkan dialog tidak biasa bahkan cenderung mengucapkan guyonan kelam yang menyangkut kematian. 

Seolah baginya, kematian bukanlah apa-apa dan dia sudah siap menghadapinya. Bahkan pernah ketika dia sedang kencan dengan si tokoh utama pria, dia ingin membeli sebuah tali tambang yang bakal dia gunakan untuk bunuh diri. Bener-bener edan hahaha.

Selain itu, interaksi antara tokoh Aku dan Sakura juga manis banget. Saya suka saat mereka saling bercanda, dan saling berpelukan dengan kaku, hahaha. Namun hubungan mereka bukanlah sahabat atau cinta; tapi lebih dari itu. Bisa dibilang, hubungan mereka itu hubungan yang platonis. Mereka saling berlawanan, namun mereka juga saling berhadapan. Mereka berbeda, namun mereka juga saling membutuhkan. 

Saya terharu saat tokoh Aku berkata bahwa dia bersikeras tidak akan memperbolehkan Sakura untuk meninggal, dan Sakura tertawa saat dia menyadari bahwa akhirnya, ada orang yang membutuhkan kehadirannya secara tulus.

Menurut saya, arti dibalik judulnya adalah rasa kagum mereka pada satu sama lain. Tokoh Aku ingin seperti Sakura yang bisa dicintai & mencintai orang lain. Sementara Sakura kagum pada Aku yang selalu sendiri, kuat & tidak memberikan beban pada orang lain. Karena itulah, mereka ingin memakan pankreas orang yang mereka kagumi, agar mereka bisa menjadi seperti orang itu. 

Saya sangat kaget dengan endingnya, gak nyangka aja kalau kayak gitu. Ending yang manis, namun pahit di saat yang bersamaan. Penulisnya mahir banget memainkan pembacanya. :'D

Ada alasan dibalik penamaan judul novel ini, ada alasan mengapa tokoh Aku tidak pernah memanggil Sakura dengan namanya, dan ada alasan mengapa tokoh Aku tidak pernah disebutkan namanya. Tidak dapat dipungkiri, novel ini adalah perpaduan yang manis antara kisah romansa remaja, apa itu makna hidup dan bagaimana kematian datang dengan tidak terduga, tanpa ada dramatisasi di dalamnya yang membuat kita merenung tentang apa itu kehidupan sampai akhir cerita.

Konklusi: Bagus & Recommended!!


[UPDATE] 

Saya sudah menonton filmnya, dan bagus banget! Dijamin kalian akan terharu karena filmnya sangat sesuai dengan novelnya, meskipun ada beberapa sub-plot tambahan. Selain itu, dua tokoh utama, Takumi & Minami sangat cocok memerankan Haruki dan Sakura. Keduanya terlihat cocok sekali, dan akting mereka sangat bagus. Saya ngefans Takumi Kitamura sejak Desember 2016, dan rasa kesukaan saya jadi makin bertambah setelah nonton film ini. Dia keren banget, bahkan saat adegan nangis, hahaha. Rating filmnya: 4,5/5 ✨✨✨✨



Share:

40 comments:

  1. Beli bukunya di mana nih mba? Gramed ada gak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku dulu ikutan pre-order sih, tapi di Gramed kabarnya udah ada kok

      Delete
    2. PO dimana kak ?

      Delete
  2. Lho akhirnya emang ceweknya meninggal? Trus cewek dewasa yang ada di poster itu kira2 siapa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu Kyoko, temennya si cewek. Di movienya ada tambahannya gitu, bisa dibilang sekuel dari novelnya ☺️

      Delete
  3. Waduuhh.. jadi pengen banget punya novelnya, tapi ditoko buku gak ada :"( baru lihat trailer filmnya di youtube tadi :"v huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Loh masak di toko buku udh gk ada kak? Udah sold out berarti 😂 coba baca versi inggrisnya aja di tumblr, atau kalau gitu pesen lewat toko buku online hehe

      Delete
  4. gw yakin pasti bagus, secara yg maen abang Shun Oguri film apa aja jd ciamik kalo doi yg meranin

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. filmnya kok susah nyarinya, tolong bantuin gan punya link downloaa atau sbagainya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum ada di internet kayaknya, bluray nya rilis bulan Januari jadi kemungkinan ada pas bulan itu

      Delete
    2. https://akadesu.com/want-eat-pancreas-2017-subtitle-indonesia/

      silahkan :)

      Delete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. yaa susah nyari link nya, share dnk ^^

    ReplyDelete
  9. Replies
    1. Ada kok, dalam bahasa Inggris tapi. Cari aja di tumblr shou7

      Delete
  10. Di Gramedia ada gak yah? mau baca nih, walaupun udah nonton filmnya xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kurang tau ya gan, saya dulu beli lewat toko buku online soalnya

      Delete
  11. min saya masih binggung ending , itu cewe mati karna penyakit dia atau di tikam orang,. di bagian akhir cerita cewe itu mau ketemuan tp di tengah jalan dia pingsan tp ada berita dia mati dibunuh?? ada yg bisa jelasin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh spoiler banget sih ini & agak panjang jg sebenernya, tp gapapalah. Ini adegan di filmnya kan? Kalo menurut saya sih sebenernya Sakura itu udah sekarat pas dia mau pingsan di jembatan & kebetulan ada pembunuh berantai yg lewat jembatan itu & nikam dia. Karena di novelnya sendiri dijelasin klo hidup Sakura itu 'memendek' separuhnya & kondisinya msh blm kuat utk melakukan tamasya sm Haruki. Gitu sih kalo menurut saya hehe

      Delete
    2. ya maaf klu spoiler y terlalu panjang. habis ending y php gitu, agak ngeselin liatnya.

      Delete
    3. Tapi kalau di novel nya itu emang dia mati ditikam yah? Soalnya pengen tau aja siapa tau yg di film sama novel beda gitu

      Delete
  12. H3h3
    film nya nipu ea :3
    Mmbuat saia kaget...
    Sangka mati karna penyakit nya ea :3
    Ee karna di tikam rupanya
    masih banyak yg pingin w ketahui
    Gimana kelanjutan si KtuaKelas
    >:v
    Siapa si pembunuh >:3..
    Why ga di kasi tau :u

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di novel gak diliatin sih pembunuhnya siapa, tapi ada hint kalo pembunuhnya itu pembunuh berantai yg nyerang orang tanpa pandang bulu

      Delete
  13. Reviewnya bagus.

    ReplyDelete
  14. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  15. Barusan kelar nonton filmnya, asli merinding. gk sampe mewek tapi cukup la bikin banjir mata. apalagi pas scene dia ketemu sakura senyum di perpustakaan.

    reviewnya mantap. kalau bole tau novel nya udah ada di gramed? kepo pengen beli :D

    btw, mungkin usulan buat author ada novel/film lagi yang rada2 sad ending? lagi demen :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kabarnya sih buku ini udah ada cetakan keduanya kak, coba cek di toko buku hehe

      yang sad ending ya... coba Me Earl & Dying Girl, Love Letter (1995), atau Me Before You

      Delete
  16. Bau bau "A spring without you is coming" ya kak? Pasti mirip Your Lie in April :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. lumayan mirip haha, tapi menurutku keduanya punya daya tarik yang berbeda, sama-sama bagus dan bikin sedih

      Delete
  17. I am a man
    And i Cry Hard watch the movie
    Ga tau klo ada novel bersi Indonesianya soalnya baca yg Inggris
    Nunggu animenya keluar lagu ED sedih bgt

    ReplyDelete
  18. masih menunggu link download utk animenya juga nih :'v ya menurut gw bagus sih feelnya dapat nih film

    ReplyDelete
  19. siapa pembunuhnya nying....
    ni film bkin baper n galau berkepanjangan

    ReplyDelete
  20. Nonton anime nya juga min terus review deh

    ReplyDelete

What do you think?